Selasa, 28 Desember 2010

3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta

Setelah Cin(T)a yang dirilis secara terbatas pada tahun lalu, tema pluralisme dan hubungan percintaan antara dua insan yang memiliki latar belakang kepercayaan agama yang berbeda kini kembali diangkat ke layar lebar. Berbeda dengan Cin(T)a, yang membawakan jalan ceritanya dengan banyak dialog filosofis penuh makna, 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta mencoba menjajal tema yang ingin diceritakan dengan jalan penyampaian yang lebih ringan.
Tidak ada yang salah sebenarnya dengan cara Benny Setiawan, sang sutradara dan penulis naskah, yang memilih untuk menyampaikan jalan ceritanya lewat jalur genre drama komedi. Hal tersebut justru dapat menjadi senjata kunci tersendiri baginya untuk dapat menyampaikan berbagai pesan-pesan esensial film ini kepada para penonton tanpa harus membuat mereka merasa bosan dan sedang digurui — seperti halnya yang dialami beberapa penonton ketika menyaksikan Cin(T)a. Sayangnya, film ini tidak memiliki naskah yang cukup pintar untuk melakukan hal tersebut.
Karakter sentral film ini berada di tangan Rosid (Reza Rahadian), pemuda muslim yang idealis dan terobsesi menjadi seniman besar seperti WS Rendra. Gaya seniman Rosid dengan rambut kribonya membuat ayahnya, Mansur (Rasyid Karim), gusar karena tidak mungkin bagi Rosid untuk memakai peci. Padahal peci, bagi sang ayah, adalah lambang kesalehan dan kesetiaan kepada tradisi keagamaan. Bagi Rosid, bukan sekadar kribonya yang membuatnya tidak mungkin memakai peci, melainkan karena Rosid tidak ingin keberagamaannya dicampur-baur oleh sekadar tradisi leluhur yang disakralkan.
Pokok permasalahan film ini dimulai ketika Rosid menjalin hubungan dengan Delia (Laura Basuki), seorang gadis beragama Katolik. Tentu saja hubungan ini dianggap tabu oleh kedua orangtua mereka. Mereka pun mencari cara untuk memisahkan Rosid dan Delia. Jurus Frans (Robby Tumewu) dan Martha (Ira Wibowo), orang tua Delia, adalah dengan mencoba mengirim Delia sekolah ke Amerika. Berbeda lagi dengan Mansur. Ia berupaya menjinakkan Rosid dengan meminta nasihat Said (Zainal Abidin Domba), sepupunya yang ternyata tega menipunya.
Muzna (Henidar Amroe), ibunda yang sangat dihormati Rosid, pun turun tangan. Sang Ibu dengan bantuan Rodiah, adik suaminya, menjodohkan Rosid dengan Nabila (Arumi Bachsin), gadis cantik berjilbab yang ternyata mengidolakan Rosid, sang penyair. Berbagai tantangan ini akhirnya membuat Rosid dan Delia sama-sama memikirkan kembali pilihan mereka untuk saling berhubungan, apakah mereka harus berpisah ataukah mereka tetap bersama walalupun harus melukai banyak orang yang mereka sayangi.
3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta harus diakui dimulai dengan tidak mulus. Film ini terlalu banyak menyisihkan waktunya untuk berbagai adegan komedi, yang sebenarnya tidak lucu dan tidak penting untuk berada di dalam jalan cerita, dan menyebabkan tema film ini sepertinya menjadi tidak dibawakan dengan serius. Untungnya, hal ini tidak berlangsung cukup lama. Begitu konflik antara Rosid dengan keluarga Delia dimulai, film ini mulai menuju arah yang lebih baik dengan membawakan drama yang mengalir dengan cukup lancar.
Sialnya, hal ini ternyata tidak mampu dipertahankan terlalu lama. Usai paruh pertengahan film, di masa penyelesaian konflik, Benny Setiawan terlihat sekali bingung dalam menemukan jalan keluar yang terbaik untuk kedua karakter utamanya. Dalam satu adegan, ia sepertinya ingin membuat kesan bahwa salah satu karakter akan mengorbankan kepercayaannya untuk tetap mempertahankan hubungan mereka. Di sisi lain, ending film ini justru mengisyaratkan hal lain yang sama sekali bertolak belakang dengan apa yang telah ditampilkan sebelumnya. Tidak adanya ketegasan arah cerita dalam film ini membuat 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta terlihat kurang bergigi dan tak mampu untuk membawakan tema filmnya yang sangat berani itu.
Tidak ada penampilan akting yang sangat istimewa di film ini. Reza Rahardian memang tampil bagus, namun ia telah seringkali berada di posisi karakter seperti yang ia perankan di film ini. Ditambah dengan berbagai percobaan untuk melakukan adegan komedi yang tidak begitu berhasil, ini bukanlah penampilan terbaik bagi aktor pemenang piala Citra ini. Reza tidak sendirian. Dua aktris pendampingnya, Laura Basuki dan Arumi Bachsin juga memberikan performa yang tidak begitu menyegarkan.
Laura Basuki masih terlalu lemah untuk diberikan jatah penampilan yang cukup banyak seperti di film ini. Ia seringkali terlihat kaku di beberapa bagian dan terlihat terlalu sering menggunakan cute factor-nya daripada kemampuan aktingnya di sepanjang film ini. Sementara untuk Arumi Bachsin, naskah film ini sepertinya kurang memberikan porsi yang pas untuknya dalam mengeluarkan kemampuan aktingnya. Ia tampil lancar dan cukup mampu membawakan karakternya yang sendu, namun akibat keterbatasan tadi, karakter Arumi serasa lebih sebagai tempelan daripada sebuah karakter pendukung utama.
Jika ada yang layak untuk mendapatkan kredit akting yang lebih, maka hal tersebut akan jatuh pada aktris Henidar Amroe. Henidar mungkin adalah salah satu aktris Indonesia yang paling dapat diandalkan untuk mengisi posisi sebagai aktris pendukung. Dan untuk film ini, ia juga tidak tampil mengecewakan. Ia tampil sangat baik, malah, dan menyentuh, sebagai seorang ibu yang terjebak di antara konflik yang terjadi antara anak yang ia sayangi dengan suami yang begitu ia hormati. Henidar selalu berhasil memanfaatkan setiap penampilannya di film ini untuk menunjukkan kapabilitas aktingnya dan mencuri perhatian penontonnya.
3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta adalah sebuah gambaran yang tepat ketika sebuah film sepertinya terlalu terobsesi untuk membawakan tema yang sangat berat, dimana naskah film tersebut  sendiri tidaklah terlalu pintar dalam menceritakan kisahnya dan sang pembuat film tidak cukup berani untuk mengambil keputusan mengenai apa yang akan terjadi pada para karakter utama yang ada di filmnya. Jalan kompromis yang ia ambil untuk diletakkan pada ending film ini adalah sebuah jalan yang pengecut dan membuat film bertema edgy ini kehilangan seluruh daya tariknya.

3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta (Mizan Production, 2010)
3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta (2010)
Directed by Benni Setiawan Produced by Putut Widjanarko Written by Benny Setiawan Starring Reza Rahadian, Laura Basuki, Arumi Bachsin, Henidar Amroe, Rasyid Karim, Ira Wibowo, Robby Tumewu, Zainal Abidin Domba, Jay Wijayanto, M Assegaf, Gesi Silvia, Haddad Alwi Music by Thoersi Argeswara Cinematography Roy Lolang Editing by NCesa David Luckmansyah Studio Mizan Production Running time 1oo minutes Country Indonesia Language Indonesian

SALT

Salt

Salt Review

Salt Review

Cast: Angelina Jolie, Liev Schreiber, Chiwetel Ejiofor, Andre Braugher
Director: Phillip Noyce
Genre: Drama, Action
Rated: M
Running Time: 100 minutes

Synopsis: Angelina Jolie stars in Salt, a contemporary action thriller from Sony Pictures.

As a CIA officer, Evelyn Salt (Jolie) swore an oath to duty, honor and country. Her loyalty will be tested when a defector accuses her of being a Russian spy. Salt goes on the run, using all her skills and years of experience as a covert operative to elude capture. Salt's efforts to prove her innocence only serve to cast doubt on her motives, as the hunt to uncover the truth behind her identity continues and the question remains: "Who Is Salt?"


Verdict: Angelina Jolie shines in her role as CIA agent, Evelyn Salt, who is accused of being a trained Russian spy. After the accusation Salt runs for her home to grab supplies and to give her gorgeous Terrier to a neighbour as she begins a search to find her missing husband. Even though we know Salt is worried that her husband has been taken, we are unsure how she really feels about her partner after a flashback.

From the beginning of Salt's escape we are intrigued as to whether she is guilty or innocent of being a Russian spy. Is she just running to save her husband? Or is she running because she is genuinely guilty? Audiences will not know what is coming next as nothing is predictable in this suspense-filled action film.

I thoroughly enjoyed the various changes in Salt's appearance; her hair from long and blonde, to black and then short as well as the use of beanies, contacts and stick on eyebrows.

We've seen men in this role countless times, but Jolie shows she is a prominent female action star providing a fresh take on this twist-and-turns film. Jolie is able to hold audience's attention whilst jumping from bridges to trucks and running in heels and skirts. Only a female would think to use a pad to stop the blood from a bullet wound...

Salt is a strong action film with extremely clever scenes and convincing action-packed stunts that will appeal to all audiences.

Rating: ****
Brooke Hunter

Release Date: August 19th, 2010
Website: www.whoissalt.com

Cast talk on Salt- www.femail.com.au/salt.htm

Rabu, 15 Desember 2010

Dalam Mihrab Cinta


Kamis, 9 Desember 2010
Pemain: Dude Herlino, Asmirandah, Meyda Sefira, Boy Hamzah, El Manik, Elma Theana, Neno Warisman, Berliana Febrianti, Iszur Muchtar
Sutradara: Habiburrahman El Shirazy
Produksi: Sinemart Pictures
Genre: Drama Religi
You are what people think you are. So, hati-hati sama kesan orang lain buat kita. Sekali orang menganggap kita nggak baik, bakal sulit buat menghapus imej itu.

Sekali difitnah bikin salah, Syamsul Hadi sulit keluar dari anggapan orang-orang. Cap pencuri melekat hingga akhirnya dia berubah jadi pencuri beneran. Untungnya, saat kesempatan menjadi orang baik-baik datang, Syamsul langsung memanfaatkannya meski dia harus berpura-pura.

Begitu kira-kira inti cerita film barunya Dude Harlino bareng Sinemart Pictures, Dalam Mihrab Cinta. Dude jadi Syamsul Hadi, cowok 20-an, yang menuntut ilmu di sebuah pesantren di Kediri. Ia menjadi santri atas kemauan sendiri. Tapi niat baiknya berubah jadi malapetaka ketika dia difitnah mencuri sama temannya, Burhan.

Syamsul langsung dikeluarkan dari pesantren. Pulang ke rumah, keluarganya ternyata nggak percaya Syamsul nggak bersalah. Ia akhirnya pergi dari rumah dan terpaksa jadi pencopet buat bertahan hidup, namun akhirnya ditangkap dan dipenjara. Bebas dari penjara, Syamsul nekad ke Jakarta. Di sanalah dia bertemu sebuah keluarga yang salah mengiranya sebagai guru ngaji cuma gara-gara peci. Syamsul pun memanfaatkan kesempatan dan berpura-pura jadi guru ngaji.

Perjalanan hidup Syamsul juga nggak lepas dari cinta. Kalau di pesantren dia dekat dengan Zizi, putri pemilik pesantren, di Jakarta ia berkenalan dengan Silvie, gadis kaya yang taat beribadah dan cerdas.

Novelis Jadi Sutradara
Acungan jempol deh, buat Habiburrahman El Shirazy a.k.a. Kang Abik. Penulis novel Ayat-ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih atau KCB 1& 2 ini, sekarang nggak hanya cerita novelnya yang diangkat ke film. Kang Abik juga dipercaya jadi sutradara Dalam Mihrab Cinta, yang diadaptasi dari novelet karyanya yang berjudul sama.

Sebelumnya, lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, ini pernah jadi sutradara teater. Buat Dalam Mihrab Cinta, Kang Abik dibimbing sama Chaerul Umam, sutradara Ketika Cinta Bertasbih 1&2.

“Cerita saya jadi sutradara hampir sama seperti Syamsul. S
aya nekad karena banyak yang mendorong saya. Pertama, Pak Chaerul Umam, kemudian Sinemart yang memberikan kesempatan untuk menyutradarai cerita saya sendiri. Jadi ya hampir sama dengan Syamsul, nekad untuk baik. Syamsul punya modal pernah belajar ngaji. Kalau saya modalnya dulu pernah menyutradarai teater. Tapi kan masih perlu ilmu yang banyak. Makanya saya didampingi guru besar, Bapak Chaerul Umam. Jadi belajar di lokasi juga,’’ tuturnya.
Open Casting se-Indonesia
Meski nggak seheboh proses casting-nya para pemain KCB, Sinemart juga bikin open casting buat para pemain Dalam Mihrab Cinta. Dimulai Desember 2009, ribuan peserta dari seluruh Indonesia mengirim data mereka ke production house ini.

Dude Harlino termasuk aktor yang ikutan open casting, loh. Dia ternyata kangen sama suasana syuting KCB 2 dan merasa cocok dengan karya-karya Kang Abik.

“Alhamdulillah aku berjodoh sama Kang Abik dan dipercaya memerankan salah satu karakter yang ada. Kebetulan jadwal syuting film nggak bertabrakan dengan syuting sinetron aku,” ujar pemeran Syamsul Hadi ini.

Selain Dude, Asmirandah yang jadi Silvie, juga pernah ikutan di KCB 2. Sementara Meyda  Sefira, pemeran Husna di KCB 1&2, sekarang jadi Zizi. Masih ada lagi Boy Hamzah yang jadi Burhan, Niniek L. Karim, El Manik dan pendatang baru Tsania Marwah dan Dwi Utari.

“Asmirandah cocok sebagai Silvie yang periang dan Meyda pas banget buat peran Zizi, gadis desa yang pemalu. Boy juga berhasil menggambarkan Burhan yang tampan tapi playboy dan menyembunyikan sifat-sifat tidak baiknya,” kata Kang Abik.
Dude’s New Style
Buat Dude, peran Syamsul pastinya beda banget sama Ustad Ilyas di KCB 2. Cowok baik-baik ini berubah jahat karena keadaan, dan kemudian berusaha untuk tobat. Tapi yang paling dirasa drastis sama Dude adalah saat Syamsul harus dibotakin.

“Aku harus botak abis. Karena kata Kang Abik, salah satu hukuman di pesantren awalnya adalah dicukur abis, baru diusir dari pesantren. Dari awal aku memang sudah diingatkan akan dibotakin. Aku bilang nggak apa-apalah, karena aku juga sudah membaca noveletnya.
Malah menurut aku, itu akan menambah nilai dramatis dari cerita ini,” paparnya.

Dude sadar banget kalau film ini harus jadi karya besar, yang nggak cuma dinikmati sekarang, tapi dalam jangka waktu lama. So, dia nggak mau tanggung-tanggung dalam menjiwai peran Syamsul. Termasuk untuk dibotakin saat syuting.
“Aku belum pernah botak, jadi ini bener-bener kejutan buat aku sendiri. Kira-kira akan seperti apa kalau aku botak, ya? Ha ha ha….” Masih ganteng kok, Dude…. BTW, jangan lupa nonton filmnya di bioskop-bioskop mulai 23 Desember, ya.

SENGGOL BACOK !!!


Jum'at, 12 November 2010
Pemain: Fathir Muchtar, Kinaryosih, Ringgo Agus Rahman, Aji Idol, Jonny Iskandar
Sutradara:
 Iqbal Rais 
Produksi: Mvp Pictures
Genre: Comedy
Sudah serem duluan baca judulnya? Eits, tenang aja Pals, karena cerita film ini sangat jauh dari kesan kekerasan dan sangat minim adegan fighting. Kita justru akan banyak ketawa selama nonton, karena film ini memang dikemas dengan genre komedi.

Film, yang disutradarai Iqbal Rais ini bercerita tentang Galang (Fathir Muchtar), seorang cowok yang dari kecil gampang kepancing emosi dan temperamental banget. Dia bahkan berani memukul bosnya dan rela dipecat karena sudah menghamili pacarnya. Galang, yang tadinya tinggal di Bandung, lalu hijrah ke Jakarta untuk mencari kerja lagi.

Di sana, dia ngekos dan bertetangga dengan Laras (Kinaryosih), gadis manis yang akhirnya berhasil melumerkan hati Galang. Tapi dengan segala sifat emosiannya itu, dia sering banget bikin celaka ayah Laras (Joe P Project). Pertama kali ketemu, Galang langsung sukses memukul ayah Laras yang dikira preman. Sang bapak juga sempat dibawa ke rumah sakit karena Galang nggak tahu kalau bapak itu alergi sama selai kacang dari roti, yang dibawa Galang untuk keluarga Laras.

Apalagi sejak Donny (Ringgo Agus Rahman) datang dan jadi teman sekamar kosnya, bikin Galang tambah jauh dari Laras. Galang, yang lebih mengandalkan otot pun sering kalah dari sikap Donny yang lebih mengandalkan otak.

Inspirasi Dalai Lama

Sutradara yang pernah bikin film Tarix Jabrix ini memang pengen menggabungkan dua hal yang saling berseberangan, yaitu amarah dan komedi. Quote dari Dalai Lama, “Kekerasan hanya bisa mengontrol fisik, tapi tidak bisa mengontrol pikiran,” juga mengilhami Iqbal untuk membuat film ini.
“Kali ini aku ingin coba membangun sebuah komedi yang lahir dari kemarahan. Aku juga nggak pengen nambah kegelisahan dunia, yang lagi dalam kondisi mengerikan, dengan membuat film ‘berat’ yang dramatis,” tutur Iqbal, yang kerja bareng MVP buat film ini.

SKYLINE


Jum'at, 26 November 2010
Pemain: Eric Balfour, Scottie Thompson, Donald Faison, David Zayas
Sutradara: Brothers Strause
Produksi:
Black Monday Film Services

Genre: Science Fiction Thriller
Sudah lama kan, nggak nonton film tentang alien yang menginvasi Bumi? Film dengan budget 20 juta dolar ini bisa jadi alternatif baru. Ceritanya tentang sekelompok orang yang diteror sebuah pesawat luar angkasa di tengah kota Los Angeles.

Jarrod, Elaine, Oliver dan teman-temannya baru pulang dari party ketika melihat sebuah cahaya terang di langit. Mereka pun tertarik buat melihat sumber cahaya, yang ternyata pesawat alien. Yang bikin panik, satu per satu teman mereka mendadak menghilang.

Ternyata para alien berniat menelan seluruh manusia di Bumi. Jarrod cs. harus mencari jalan untuk melawan invasi mahluk luar angkasa ini. Sanggup nggak, ya?

Film berbudget rendah buat ukuran genre sci-fi ini, syutingnya di Marine Del Rey, selama Februari sampai Maret 2010. Meski nggak ada superstar, Skyline tetap menarik buat ditonton. Jarrod diperankan sama Eric Balfour, vokalis Born As Ghosts, yang sering main di serial TV, dan Elaine dimainkan Scottie Thompson, bintang TV yang pernah muncul di film Star Trek.

Senin, 13 Desember 2010

Film Spiderman 4 - Spiderman 4 The Movie

Tokoh laba2 bertopeng akan kembali hadir ditahun 2011 nanti dalam sekuel Spiderman 4. Berita mengenai rencana pemutaran film Spiderman 4 ini tentu saja disambut dan sangat dinanti2kan oleh seluruh penggemarnya diseluruh dunia. Sosok pahlawan dalam diri peter parker ini memang telah ngetop sejak penayangan perdananya pada tahun 1962. Marvels Comic berhasil mengangkat tokoh yang diciptakan oleh penulis Stan Lee dan artis Steve Ditko. Kekuatan yang besar akan diiringi oleh tanggung jawab yang besar adalah kalimat yang seringkali muncul dalam filmspiderman. Kini Spiderman 4 akan kembali menyelamatkan bumi dari gangguang tangan2 jahat.

Seperti halnya Batman, Spiderman juga mempunyai banyak musuh, salah satunya yang akan muncul pada sekuel ke 4 ini adalah Lizard. Menurut rencananya, Spiderman 4 the movie akan mulai syuting pada awal 2010 nanti. Tobey Maguire akan kembali didaulat memerankan tokoh Peter Parker. Namun sedikit berbeda dengan sekuel terdahulunya, karakter peter parker akan terlihat semkain dewasa dan mulai meninggalkan sifat egois dan kekanak-kanakannya. Tohoh baru yang diprediksi akan muncul adalah Rachel McAdams.

Dengan rencana kehadiran Spiderman 4 ke layar bioskop, pasti akan memicu semkian maraknya pencarian download gratis film spiderman 4, thriler, sinopsis dan free download spiderman 4 the movie. Ynag menjadi hot gosip sebelum pembuatan spiderman 4 ini adalah rencananya penayangan spiderman 5 yang akan langsung dibuat setelahnya. Namun sebagai penulis naskah spiderman 4, James Vanderbilt belum memberikan konfirmasi resmi.

Kita tunggu saja kehadiran spiderman 4 ditahun 2011 nanti sambil menunggu kehadiran film Indonesia berkualitas lainnya yaitu Sang Pemimpi yang rencananya akan hadir di akhir tahun ini. Karena sutradara film tersebut sudah menjanjikan sesuatu yang berbeda, baik dalam plot cerita maupun kualitas special efek yang pasti akan hadir dalam filmspiderman 4

Green Day New !!!


Green Day kembali merilis album setelah lebih dari empat tahun vakum dari proyek rekaman. Pernyataan itu keluar dari mulut Billie Joe Armstrong (vokal, gitar), ketika akan menyerahkan Grammy Award ke Alison Krauss dan Robert Plant untuk kategori Album Terbaik, ditemani dua rekannya, Mike Dirnt (bass, vokal) dan Tré Cool (drum, perkusi).

Dari website resmi band asal California ini juga diperoleh keterangan bahwa album itu diberi judul 21ST CENTURY BREAKDOWN. Menurut Billie Joe, album ke-8 milik bandnya itu akan more power pop than punk rock dan dirilis Mei 2009 dibawah naungan Warner Music. Tapi Warner sudah membuka pre-order untuk full album seharga US.99 ini.

Diakui para personel Green Day, album ini mungkin saja nggak bisa mengalahkan album sebelumnya, American Idiot. Yep, album itu memang berhasil mencapai angka penjualan 5,8 juta kopi
and transformed the Bay Area trio from punk brats to serious rockers.
“Album kedelapan ini merupakan refleksi dari semua yang terjadi selama tiga tahun belakangan, lalu kami tuangkan ke dalam melodi with some bold statements seperti pada lagu March of the Dogs. Liriknya mungkin terdengar agak sinis terhadap agama, kepercayaan. I have nothing against religion. Sebetulnya ini tentang cara berdoa orang yang tidak percaya. I'm all for spirituality. There's nothing more spiritual than rock 'n' roll,” kata Billie Joe.
21ST CENTURY BREAKDOWN akan diproduseri Green Day bareng drummer Garbage, Butch Vig. The album is divided into three acts and 16 songs dan digarap di San Fransisco Studio.